Tugas 2 

Tuti Nurhayati (1620184)


Manajemen Pembelajaran


1. Konsep Manajemen Pembelajaran

Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat  kompleks. Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya masingmasing komponen  memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait.
Di  dalam  Kamus  Umum  Bahasa  Indonesia  yang  dikutip  oleh Suharsimi  Arikunto  mengungkapkan  bahwa  manajemen adalah penyelenggaraan  atau  pengurusan  agar sesuatu  yang  dikelola  dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.
      Manajemen diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
Menurut J.Drost yang menyatakan  bahwa  pembelajaran merupakan  usaha  yang dilakukan untuk menjadikan orang lain belajar. Sedangkan Mulkan memahami pembelajaran sebagai  suatu aktivitas  guna  menciptakan kreatifitas peserta didik.

Setelah mengetahui masing-masing pengertian dari manajemen dan  pembelajaran, selanjutnya manajemen pembelajaran artinya yaitu suatu  usaha  untuk  mengelola  sumber  daya  yang  digunakan  dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan  efisien.Manajemen  pembelajaran  juga  merupakan  suatu  usaha  dan kegiatan  yang  meliputi  pengaturan  seperangkat  program  pengalaman belajar  yang  disusun  untuk  mengembangkan  kemampuan  peserta  didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah. Jadi, manajemen merupakan serangkaian proses yang dilaksanakan dalam sebuah  kegiatan  guna  mencapai  tujuan  yang  telah  ditetapkan  dan diharapkan.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar yang  dimulai dari proses perencanaan,  pengorganisasian,  pelaksanaan, pengendalian dan penilaian dalamrangka mencapai tujuan pendidikan.


2.      Tujuan manajement Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
a. Memudahkan dalam mengkomunikasikan  maksud  kegiatan  belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan   perbuatan belajarnya secara lebih mandiri
b.   Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar
c. Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran
d.    Memudahkan guru mengadakan penilaian.
e.   Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Kreatif,   Efektif, Menyenangkan, dan Bermakna (PAKEMB);
f.    Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara
g.  Teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya
h.  Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel


3.      Kebijakan tentang Manajement Pembelajaran

a.       Perencanaan kebijakan
Perencanaan merupakan usaha yang dilakukan kepala sekolah untuk  mengembangkan  strategi  yang  akan  dilaksanakan, antara lain membantu  kepala sekolah dan staf untuk mengubah kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
1)   Peningkatan kualitas guru.
Untuk menciptakan out put yang berkualitas faktor terpenting adalah  peningkatan  kualitas  guru. Peningkatan ini diusahakan untuk dapat  bertahan  menghadapi  persaingan  yang  ada.
2)    Kegiatan belajar mengajar (KBM).
Agar diperoleh hasil yang memuaskan maka terlebih dahulu sekolah  harus melakukan perubahan yang mendasar terkait dengan kegiatan belajar mengajar.
3)    Siswa “sebagai pusat” (student centered learning).
Siswa adalah  sentral  pelaksanaan  pembelajaran,  atau dalam  artian pembelajaran terfokus pada siswa secara totallitas. Oleh karena itu  guru memberi peluang bagi  siswa  untuk  secara  alami mengembangkan  diri  hingga  ketingkat  yang  lebih  tinggi.
4)    Sarana dan Prasarana
Prasarana pendidikan berperan dalam proses belajar mengajar  walaupun secara tidak langsung sarana dan prasarana yang ada digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih  mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan  pendidikan. 

b.      Pengambilan keputusan.
Pengambilan  keputusan  ialah  proses pemecahan masalah dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk  menetapkan  suatu  tindakan  dalam  mencapai  tujuan  yang diinginkan. Keputusan ada yang bersifat terstrukturdan ada yang bersifat tidak  terstruktur.  Keputusan  terstruktur  dapat  diambil  manakala informasi,  data,  dan  fakta  tersedia  secara  lengkap  untuk  memecahkan masalah  sesuai  prosedur.  Sedangkan  putusan  tidak  berstruktur  adalah putusan yang diambil manakala data dan informasi tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.

c.       Kebijakan sekolah.
Membangun  komunitas  belajar  yang  produktif  dan  memotivasi siswa agar terlibat  dalam  kegiatan  yang  bermakna  adalah  tujuan  utama pengajaran. Sebaliknya guru-guru yang efektif menerapkan berbagai strategi  secara  independen  sehingga  motivasi  menjadi  sebuah  aspek permanen kelasnya yang kebutuhan psikologis siswa-siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.


4.      Peran Guru dalam Manajement Kelas

Guru memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelola pendidikan pada  suatu lembaga pendidikan yang terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa, harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan  pembelajaran secara  opersional,  menentukan  materi  pembelajaran, menetapkan metode yang sesuai  dengan  tujuan  pembelajaran, melaksanakan  kegiatan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan kemampuan  profesional guru lainnya, agar proses  belajar  mengajar  dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Peran dan fungsi guru berpengaruh  terhadap  pelaksanaan  pendidikan  di  sekolah.  Di  antara  peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:

a.    Guru sebagai Pendidik
            Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi  para  peserta  didik,  dan  lingkungannya. Oleh  karena  itu,  guru harus memilki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung  jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.

b.    Guru sebagai Pengajar
 Kegiatan belajar  peserta  didik  dipengaruhin  oleh  berbagai  faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa  aman  dan  keterampilan guru  dalam berkomunukasi. Guru harus berusaha  membuat sesuatu menjadi  jelas  bagi  peserta  didik  dan  terampil dalam memecahkan masalah.

c.    Guru sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran  perjalanan  itu.  Dalam  hal  ini,  istilah  perjalanan  tidak  hanya menyangkut  fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional,  kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

d.   Guru sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik  intelektual  maupun  motorik,  sehingga  menuntut  guru untuk  bertindak  sebagai  pelatih.  Hal  ini  lebih  ditekankan  lagi  dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam  berbagai  keterampilan  yang  dikembangkan  sesuai  dengan  materi standar.

e.    Guru sebagai Penasehat
Guru adalah seorang  penasehat  bagi  peserta  didik  juga  bagi  orang tua, meskipun mereka tidak memilki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.

f.    Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan  yang  bermakna  bagi  peserta  didik

g.    Guru sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau  teladan  bagi  peserta  didik  dan  semua orang  yang  menganggap  dia  sebagai  guru. 

h.    Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut  untuk  mendemonstrasikan  dan  menunjukkan kreatifitas  tersebut.

i.      Guru sebagai Pekerja Rutin
Guru  bekerja  dengan  ketrampilan  dan  kebiasaan  tertentu,  serta kegiatan  rutin  yang  amat  diperlukan  dan  seringkali  memberatkan.  Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya.


5.      Kode Etik

Guru  profesional  memiliki  kemampuan  dan  kekuatan  unik  yang  bisa  digunakan  untuk  tujuan  yang  baik  ataupun  buruk. Oleh  sebab  itu,  didalam  profesi harus  ada  kode  etik  yang  dijujung  tinggi  oleh  para  anggotanya.  Salah  satu  unsur  penentu  atau  pelaku  utama  terjadinya  proses  belajar mengajar dan sekaligus sebagai faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan secara umum  serta  tujuan  proses  belajar  mengajar  khususnya  adalah  guru.  Guru  adalah sosok  seorang pahlawan  yang  memiliki  jasa  yang  sangat  besar  dalam  dunia pendidikan  karena  mereka  kita  dapat  menjadi  manusia  yang  berguna  bagi  agama,masyarakat,  bangsa  dan  negara  serta  bagi  keluarga. 

Namun  pendapat  sebagian  mereka  yang  menganggap  bahwa guru  itu  hanya memberikan  teori  pelajaran  adalah  tidak  dapat  dipersalahkan  begitu  saja,  karena memang  ada  sebagian  guru  yang  hanya  memberikan  teori  saja  tanpa  memikirkan usaha untuk mengadakan penbinaan lebih jauh terhadap anak didik. Untuk itu demi lebih terarahnya akan tugas dan tanggung jawab  seorang  guru,  maka  suatu  profesi  keguruan  terasa  perlu  untuk  menerapkan aturan-aturan, norma-norma, kaida-kaida tertu yang dapat dijadikan bagi seorang guru sebagai pedoman dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar.

a.  Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang berpancasila.
b.   Guru  memiliki  kejujuran  profesional  dalam  menerapkan  kurikulum  sesuai kebutuhan anak didik masing-masing.
c.  Guru  mengadakan  komunikasi,  terutama  dalam  memperolah  imformasi tentang  anak  anak  didik,  tetapi  menghindarkan  diri  dari  segala  bentuk penyalahgunaan.
d.    Guru  menciptakan  suasana  kehidupan  sekolah  dan memelihara  hubungan dengan orang tua anak didik sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
e. Guru  memelihara  hubungan  baik  dengan  masyarakat  di  sekitar  sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
f.    Guru sendiri atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
g.   Guru  menciptakan  dan  memelihara  hubungan  antara  guru,  baik  berdasar lingkunag kerja maupun dalam hubungan keseluruhan.
h.   Guru secara hukum bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
i.  Guru  melaksanakan  segala  ketentuan  yang  merupakan  kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.





Daftar Rujukan


Nanang  Fattah. 2001. Landasan  Manajemen Pendidikan. Bandung :  Remaja                                          Rosdakarya

Suharsimi Arikunto.1996. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah  Pendekatan Evaluatif .                           Jakarta : Grafindo Persada

Syaiful Bahri Djamara. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarata: PT                Rineka  Cipta


Komentar

  1. Materinya sangat bermanfaat yaa terimah kasih

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum tuti... Sarah mau bertanya kepada tuti... Apakah perlu kita sebagai seorang guru dalam pengelolaan kelas? Jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam sarah
      Perlu, karena seorang guru harus bisa mengelola kelasnya agar peserta didik senang dan nyaman saat proses belajar mengajar...

      Hapus
  3. Materinya sangat membantu dalam proses belajar nantinya. Terimakasih saudari tuti

    BalasHapus
  4. Apa tujuan dari adanya pengelolaan kelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agar guru bisa mengkondisikan kelasnya agar efektif dalam pembelajaran Dan siswa tidak berasa bosan...

      Hapus
  5. Apa tujuan manajemen pembelajaran bagi seorang guru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. TujuanTujuannya adalah agar seorang guru bisa mengelola kelas saat proses belajar mengajar berlangsung

      Hapus
  6. Sangat bermanfaat sekali artikelnya

    BalasHapus
  7. Materinya sangat bagus sekali
    Thanks you

    BalasHapus
  8. Materinya sangat jelas,makasih kak

    BalasHapus
  9. Terima kasih buat materi nya midah untuk di pahami

    BalasHapus
  10. Terima kasih buat materi nya kak ini sangat membantu

    BalasHapus

Posting Komentar