Tugas 3 
TUTI NURHAYATI (1620184)


Manajemen Kelas


   A. Konsep Manajemen Kelas

Terminologi manajemen kelas (classroom management) dibangun oleh dua kata, yaitu manajemen (management) dan kelas dalam makna ruang kelas (classroom), yang di perguruan tinggi di sebut dengan ruang kuliah. Berkaitan dengan definisi dan makna istilah manajemen, di atas telah didefinisikan dan diberi makna dengan mengedepankan beberapa pendapat ahli. Berikut ini disajikan beberapa makna dari manajemen kelas.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah. Hornby dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary (1986) mendefinisikan kelas (class) sebagai group of students taught together atau occation this group meets to be tought. Dengan demikian, kelas merupakan sekelompok siswa yang belajar bersama atau suatu wahana ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran pada tempat dan waktu yang format secara formal. Pada tataran paling awam, kelas bermakna "tingkatan" untuk menunjukkan status atau posisi siswa di sekolah tertentu, misalnya kelas I, keelas II, dan sebaginya.
 Dari definisi kelas yang di sajikan diatas dapat disimpulkan bahwa kelas adalah tempat kegiatan proses pembelajaran. Namun, dalam konteks interaksi guru dengan siswa, proses pembelajaran dapat terjadi di luar kelas, laboratorium, objek-objek bernilai sejarah, dan lain-lain.
Manajemen kelas merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Manajemen kelas merupakan suatu bentuk pengaturan oleh guru terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang baik, nyaman, dan terkontrol guna terwujudnya capaian pembelajaran. Menurut Akdon, (2009:11) manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lainnya dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
 J.M. Cooper (1977) merumuskan lima definisi mengenai manajemen kelas:
1.     Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses untuk mengendalikan atau mengontrol perilaku siswa di dalam kelas.
2.     Manajemen kelas merupakan upaya menciptakan kebebasan atau semangat egaliter bagi diri siswa.
3.     Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses memodifikasi perilaku siswa (student behavioral modification).
4.     Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses menciptakan suasana sosioemosional yang positif di dalam kelas.
5.     Manajemen kelas dipandang sebagai upaya pemberdayaan (empowering) sebuah sistem sosial atau proses kelompok belajar siswa (group processes)sebagai intinya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas menekankan pada pengaturan oleh seseorang guna tercapainya tujuan yang sudah direncanakan dengan baik. Manajemen kelas merupakan suatu ilmu dalam melakukan suatu pekerjaan dalam berbagai kegiatan guru untuk menciptskan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal.

  B. Tujuan Manajemen Kelas
Menurut Dirjen Dikdasmen (1996) yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:
1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4.      Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

Tujuan Manajemen Kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru :
1.   Tujuan untuk Siswa :
a.      Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
b.     Membantunsiswa mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertig kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c.      Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
2.  Tujuan untuk Guru :
a.      Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancer dan kecepatan yang tepat.
b.     Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam member petunjuk secara jelas kepada siswa.
c.      Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menganggu.
d.      Untuk memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul di dalam kelas.

C. Proses Manajemen Kelas
Proses manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan guru sebagai manajer/ pemimpin pembelajaran dikelas adalah:
1.   Merencanakan Pembelajaran
Perencanaan adalah menentukan apa yaang akan dilakukan. Perenacanaan mengandung rangkaian-ragkain putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode, dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Fungsi guru dalam merencanakan pembelajaran berorientasi pada karakteristik siswa yang dapat dilakukan adalah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa secara aktif.
2.  Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Berdasarkan Taksonomi Bloom klasifikasi rumusan tujuan pembelajaran dapat dikelompokan kedalam 3 ranah, yaitu:
a.      Kognitif yang mencangkup tujuan yang berhubungan dengan recall, pengetahuan, kemampuan intelektual.
b.     Afektif, yang mencangkup tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, dan minat.
c.      Psikomotorik, yang mencangkup tujuan yang berhubungan dengan kemampuan gerak yang berhubungan dengan keterampilan.
d.     Dari ketiga ranah tujuan tersebut, yaitu kemungkinan-kemungkinan hasil belajar siswa dalam bentuk tingkah laku yaang diperoleh setelah pembelajaran.  rumusan tujuan pembelajaran dan diorientasikan berdasarkan analisis terhadap kebutuhan dan kemampuan siswa.
3.  Memilih Materi Pokok Pembelajaran
Materi pokok yang dibuat berdasarkan pada pencapain tujuan pembelajaran. Materi pokok pembelajaran merupakan alat bahkan sekaligus yang menjadi proses pengalaman bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Dengan kata lain materi pokok pembelajaran adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana dalam pencapaian kompetensi dasar yang disusun berdasarkan indikator hasil belajar.
4.  Menentukan Strategi Pembelajaran
Merupakan cara guru dalam cara penyampaian materi yang telah dibuat tadi untuk lebih mudah disampaikan kepada siswa dengan cara seefektif mungkin. Berbagai cara yang dilakukan guru dalam penyampaian materi ini adalah meggunakan metode yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa yang menjadi subyek belajar.
5.    Membuat Evaluasi/Penilaian
Evaluasi disini merupakan alat untuk mengukur sejauh mana kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan apakah sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan atau tidak. Dalam proses pembelajaran evaluasi sangat diperlukan oleh guru.
6.   Melaksanakan Pembelajaran
Tugas dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi:
a.      Kegiatan Awal
Pada kegiatan ini guru berhadapan langsung dengan situasi dan kondisi yang menjadi tempat kegiatan dalam pembelajaran.
b.      Menciptakan Iklim Kelas
Dalam menciptakan kondisi kelas ini diutamakan guru harus dapat mengorganisir sumber0sumber potensi yang menjadi bagian dari proses pembelajaran.
c.      Membuka Pembelajaran
Setelah menciptakan iklim kelas diangggap cukup, selanjutnya, membuka materi pembelajaran yang akan disajikan.
d.     Mengevaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Evaluasi belajar adalah suatu tindakan untuk menentukan nilai hasil belajar siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah:
1.     Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:
a.      Bersikap tenang dan percaya diri
b.      Tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau sikap tidak simpatik
c.       Memberikan salam lalu memperkenalkan diri
d.     Memberikan format isian tentang data pribadi siswa.
2.     Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancer
3.     Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur
4.     Tata cara berbicara dan tanya jawab
5.     Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri.


  D. Strategi Manajemen Kelas
Dalam manajemen kelas seorang guru dalam proses belajar mengajar memiliki beberapa strategi dalam meningkatkan prestasi peserta didik :
1.   Pengelolaan Kelas
Menurut Abdul Majid (2006 : 167) iklim kelas yang kondusif merupakan pertimbangan utama dalam memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Hubungan antara guru dan peserta didik yang efektif diwarnai oleh prilaku-prilaku guru spesifik, yang dilakukan dengan cara :
a.      Merumuskan tujuan-tujuan pembelajaran yang jelas
b.     Menciptakan kerjasama antara guru dan peserta didik
c.      Mempergunakan interaksi kelas dengan peserta didik secara positif.
2.  Penerapan Strategi Pembelajaran
Menurut Ametambun (2004 : 5) untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran, adapun upaya yang dapat ditempuh sebagai berikut :
a.      Ceramah
b.     Diskusi
c.      Debat
d.     Demonstrasi
e.      Memberikan pengarahan







Daftar Pustaka

             Ametambun. 2004. System Manajemen Kelas-kelas Modern Jilid II Manajemen Perilaku Murid. Bandung: suri.
               Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud.
                     Hornby, A.S. 1986. Oxford Advanced Learner Dictionary. Great Britian: Oxford University Press.
        Majid, Abdul. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Bandung :       Remaja  Rosdakarya.

Komentar

Posting Komentar