TUGAS 13
TUTI NURHAYATI (1620184)
MENCIPTAKAN
SUASANA KELAS YANG EFEKTIF
A. Pengelolaan
Kelas
Kata
manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata manus yang
berarti tangan dan agree berarti melakukan. Kata-kata itu
digabung menjadi kata kerja manager yang artinya
menangani.
Menurut
Usman (2004) Managere diterjemahkan
ke dalam bahasa Inggeris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan
kata benda management, dan manager untuk melakukan kegiatan
manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Sedangkan menurut Suharsimi (Djamarah, 2006:175)
mengatakan bahwa manajemen atau pengelolaan adalah pengadministrasian,
pengaturan atau penataan suatu kegiatan Sedangkan pengertian umum
mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama pula.
Sulaeman
(2009)
mengartikan bahwa kelas dalam arti umum menunjukkan kepada pengertian
sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dan
dari guru yang sama pula. Kelas dalam arti luas merupakan bagian dari
masyarakat kecil yang sebagian adalah suatu masyarakat sekolah yang sebagian
suatu kesatuan di organisasi menjadi unit kerja secara dinamis menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan.
Definisi
pengelolaan kelas atau pengelolaan kelas yang dipetik dari informasi Pendidikan
Nasional bahwa ada lima definisi pengelolaan kelas sebagaimana berikut :
1. Pengelolaan
kelas yang bersifat otoritatif, yakni seperangkat kegiatan guru untuk
menciptakan dan memertahankan ketertiban suasana kelas, disiplin sangat
diutamakan.
2. Pengelolan
kelas yang bersifat permisif, yakni pandangan ini menekankan bahwa tugas guru
adalah memaksimalkan perwujudan kebebasan siswa. Dalam hal ini guru membantu
siswa untuk merasa bebas melakukan hal yang ingin dilakukannya. Berbuat
sebaliknya berarti guru menghambat atau menghalangi perkembangan anak secara
alamiah.
3. Pengelolaan
kelas yang berdasarkan prinsip-prinsip pengubahan tingkah
laku (behavioral modification), yaitu seperangkat kegiatan guru untuk
mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan
tingkah laku yang tidak diinginkan. Secara singkat, guru membantu siswa dalam
mempelajari tingkah laku yang tepat melalui penerapan prinsip-prinsip yang
diambil dari teori penguatan (reinforcement).
Disimpulkan
bahwa pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan dengan sengaja dilakukan
oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal terjadinya proses belajar
mengajar di kelas.
B.Tujuan
Pengelolaan Kelas yang Efektif
Tujuan
pengelolaan kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya
terkandung dalam tujuan pendidikan. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan
fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial,
emosional, dan intelektual dalam kelas. Menurut Suharsimi Arikunto (dalam
Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar
setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai
tujuan pengajaran secara efektif dan efisian.
Tujuan
secara umum dari pengelolaan kelas:
1.
Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
2.
Untuk
memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya.
Dengan pengelolaan kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap
kemajuan/perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3.
Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Tujuan
pengelolaan kelas secara khusus yaitu:
a.
Tujuan
untuk siswa :
1)
Mendorong
siswa untuk mengembangkan tanggungjawab individu terhadap tingkah lakunya dan
kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
2)
Membantu
siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan
memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
3)
Membangkitkan
rasa tanggungjawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang
diadakan.
b.
Tujuan
untuk guru :
1)
Untuk
mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar
dan kecepatan yang tepat.
2)
Untuk
dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi
petunjuk secara jelas kepada siswa.
3)
Untuk
mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang
mengganggu.
C. Peran
Guru dalam Pengelolaan Kelas
Guru
dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan
lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu
mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang
optimal. Adam dan Decey (dalam Usman, 2003) mengemukakan peranan guru dalam
proses belajar mengajar adalah sebagai berikut :
1. Guru Sebagai
Demonstrator
Guru
menjadi sosok yang ideal bagi siswanya hal ini dibuktikan apabila ada orang tua
yang memberikan argumen yang berbeda dengan gurunya maka siswa tersebut akan
menyalahkan argumen si orangtua dan membenarkan seorang guru. Guru adalah acuan
bagi peserta didiknya oleh karena itu segala tingkah laku yang dilakukannya
sebagian besar akan ditiru oleh siswanya. Guru sebagai demonstrator dapat
diasumsikan guru sebagai tauladan bagi siswanya dan contoh bagi peserta didik.
2. Guru Sebagai
Evaluator
Evaluator
atau menilai sangat penting adalah rangkaian pembelajaran karena setiap
pembelajaran pada akhirnya adalah nilai yang dilihat baik kuantitatif maupun
kualitatif. Rangkaian evaluasi meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi.
Tingkat pemikiran ada beberapa tingkatan antara lain mengetahui, mengerti,
mengaplikasikan, analisis, sintesis (analisis dalam berbagai sudut), evaluasi.
3. Guru Sebagai
Pengelola Kelas
Guru
sebagai pengelola kelas, agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi
yang tinggi untuk senantiasa belajar di dalamnya. Beberapa fungsi guru sebagai
pengelola kelas yaitu merancang tujuan pembelajaran mengorganisasi beberapa sumber
pembelajaran dan memotivasi, mendorong, serta menstimulasi siswa.
4.
Guru Sebagai Fasilitator
Seorang
guru harus dapat menguasai benar materi yag akan diajarkan juga media yang akan
digunakan bahkan lingkungan sendiri juga termasuk sebagai sember belajar yang
harus dipelajari oleh seorang guru. Seorang siswa mempunyai beberapa kemampuan
menyerap materi berbeda-beda oleh karena itu pendidik harus pandai dalam
merancang media untuk membantu siswa agar mudah memahami pelajaran.
Keterampilan untuk merancang media pembelajaran adalah hal yang pokok yang
harus dikuasai, sehingga pelajaran yang akan diajarkan bisa dapat diserap dengan
mudah oleh peserta didik.
D. Strategi
Pengelolaan Kelas yang Efektif
1. Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal.
a.
Menunjukkan
Sikap Tangkap
Menggambarkan
tingkah laku guryu yang tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap
terhadap perhatian keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan
adanya sikap ini siswa merasa guru hadir ditengah mereka. Kesan ketanggapan ini
dengan cara :
1) Memandang
Secara Saksama
Memungkinkan
guru meliput keterlibatan siswa dalam tugas dikelas serta menunjukkan kesiapan
guru untuk memberi respon baik terhadap kelompok maupun individu.
2) Memberikan
Pernyataan
Hal
ini terkomunikasi kepada siswa melalui pernyataan guru bahwa ia telah siap
untuk memulai kegiatan belajar serta siap memberi respon terhadap kebutuhan
siswa. Hal yang harus dihindari adalah menunjukkan dominasi guru dengan pernyataan
atau komentar yang mengandung ancaman. Contoh : “Saya menunggu sampai kalian
diam”.
3) Gerak
Mendekati
Hal
ini menunjukkan kesiapan, minat dan perhatian kepada siswa. Hal ini membantu
siswa yang menghadapi kesulitan belajar, mengalami frustasi atau sedang marah.
Gerak yang mendekati hendaknya dilakukan dengan wajar, bukan menakuti atau
maksud lain.
b.
Membagi
Perhatian
Pengelolaan
kelas yang efektif terjadi apabila guru membagi perhatian kepada beberapa
kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Hal ini dapat dilaksanakan
dengan cara sebagai berikut :
1)
Visual
Hal
ini mennjukkan perhatian terhadap sekelompok siswa atau individu namun tidak
kehilangan keterlibatannya dengan kelompok siswa atau individu.
2)
Verbal
Guru
dapat memberikan komentar terhadap aktivitas seseorang yang dilihat atau
dilaporkan oleh siswa lain. Penggunaan teknik visual maupun verbal menunjukkan
bahwa guru menguasai kelas.
c.
Memusatkan
Perhatian
Keterlibatan
siswa dalam KBM dapat dipertahankan apabila dari waktu kewaktu guru mampu
memusatkan kelompok terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan. Hal ini dengan
cara:
1) Menyiagakan
Siswa
Menciptakaan suasana yang menarik
sebelum guru menyampaikan pertanyaan atau topik pelajarannya. Misalnya: “coba
anak-anak, semuanya memperhatikan dengan teliti gambar ini untuk membedakan
daerah mana yang subur dan daerah mana yang tanahnya gersang.
2) Menuntut
Tanggung Jawab Siswa
Komunikasi yang jelas dari guru
mengenai tugas siswa merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan
pusat perhatian siswa seperti: meminta untuk diperagakan hasil pekerjaan tugas.
d.
Memberi
Penguatan
Komponen
ini digunakan untuk mengatasi siswa yang tidak mau terlibat dalam kegiatan
pembelajaran atau mengganggu temannya, yaitu dengan cara:
1) Guru
dapat memberikan penguatan kepada siswa yang menggaggu yaitu dengan jalan
“menangkapnya” ketika dia melakukan tingkah laku yang wajar dan berusaha
“menangkapnya” ketika dia melakukan tingkah yang tidak wajar dan berusaha
“menangkapnya” ketika dia melakukan tindakan yang tidak wajar dengan tujuan
perbuatan yang wajar tadi dapat terulang.
2) Guru
dapat memberikan berbagai komponen penguatan kepada siswa yang bertingkah laku
yang wajar kepada siswa yang lain untuk menjadi teladan.
2. Ketrampilan Yang Berhubungan Dengan Kondisi Belajar
Optimal Setelah Mendapat Gangguan.
Ketrampilan
ini berhubungan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang
berkelanjutan dengan maksud guru dapat mengadakan-tindakan remedial untuk mengembalikan
tindakan optimal.
a.
Teknik
mendekati
Bila
seorang siswa mulai bertingkah, satu teknik yang biasanya efektif yaitu teknik
mendekatinya. Kehadiran guru bisa membuatnya takut, dan karena itu dapat
menghentikannya dari perbuatan yang disruptif, tanpa perlu menegur andai kata
siswa mulai menampakan kecenderungan berbuat nakal, memindahkan tempat duduknya
ke meja guru dapat berefek preventif.
1) Teknik
memberikan isyarat
Apabila
siswa berbuat penakalan kecil, guru dapat memberikan isyarat bahwa ia sedang
diawasi isyarat tersebut dapat berupa petikan jari, pandangan tajam, atau
lambaian tangan.
2) Teknik
mengadakan humor
Jika
insiden itu kecil, setidaknya guru memandang efek saja, dengan melihatnya
secara humoristis, guru akan dapat mempertahankan suasana baik, serta
memberikan peringatan kepada si pelanggar bahwa ia tahu tentang apa yang akan
terjadi.
3) Teknik
yang keras.
Guru
dapat menggunakan teknik-teknik yang keras apabila ia di hadapkan pada perilaku
disruptif yang jelas tidak terkendalikan. Contohnya mengeluarkannya dalam
kelas.
b.
Mengadakan
analisis
Kadang-kadang
terjadi hampir terus menerus berbuat kenakalan, guru dapat mengetahui masalah
yang akan di hadapinya dan mengurangi keresahan siswanya.
1) Mengadakan
perubahan kegiatan
Apabila
gangguan dikelas meningkat jumlahnya, tindakan yang harus segera di ambil yaitu
mengubah apa yang sedang anda lakukan. Jika biasanya diskusi, maka ubahlah
dengan memberikan ringkasan-ringkasan untuk dibaca atau menyuruh mereka membaca
buku-buku pilihan mereka.
2) Teknik
menghimbau
Kadang-kadang
guru sering mengatakan, “harap tenang”. Ucapan tersebut adakalanya membawa
hasil, siswa memperhatikannya. Tetapi apabila himbauan sering digunakan mereka
cenderung untuk tidak menggubrisnya
DAFTAR
PUSTAKA
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan
pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.
Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa.
Cilegon: Ghalia Indonesia.
Depdikbud Dikdasmen. 1997. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar
Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.
Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar mengajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Terima kasih ini sangat membantu
BalasHapusTerimakasih
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusArtikel yang memuat tentang manajemen kelas ini saya rasa berguna bagi guru guru sekrang yang kurang atau tidak mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk proses blajar mengajar
BalasHapusIya
HapusTerimakasih telah membaca
Mantap kak mayerinya
BalasHapusTerimakasih
Hapus